Pemetaan Komunitas
Koordinator wilayah memetakan penutur asli — terutama tetua — di desa target. Kami membangun kepercayaan dulu, merekam kemudian.
Aksarantara adalah inisiatif independen untuk mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah Indonesia melalui rekaman suara otentik — dimulai dari lima bahasa pilot, dengan visi mencakup seluruh bahasa daerah Nusantara. Infrastruktur data komunitas yang terbuka, dapat dikutip, dan gratis selamanya. Bukan produk komersial. Bukan startup. Sebuah arsip publik permanen yang dapat dijadikan referensi oleh peneliti, linguis, aktivis, dan komunitas di seluruh dunia. Visi jangka panjang: membentuk Collective Foundation yang dikelola bersama dan diwariskan lintas generasi.
Aksarantara bukan produk AI, bukan penerjemah, bukan mesin generatif. Kami adalah arsip kultural sekaligus teknologi sipil — sistem dokumentasi yang menghormati cara sebuah bahasa benar-benar diucapkan, dan infrastruktur data terbuka yang memungkinkan komunitas minoritas untuk hadir dan berpartisipasi di ruang digital.
Koordinator wilayah memetakan penutur asli — terutama tetua — di desa target. Kami membangun kepercayaan dulu, merekam kemudian.
Templat terstruktur: kata → pelafalan → arti, frasa → konteks, cerita → narasi. Tidak ada skrip kaku.
Audio adalah sumber utama — bukan transkripsi. Dialek, jeda, tawa, dan aksen tetap dipertahankan.
Setiap entri diperiksa minimal dua penutur dari wilayah yang sama sebelum masuk arsip publik — membangun kepercayaan lintas komunitas.
Setiap entri ditautkan ke penutur, lokasi, dan tanggal untuk memungkinkan riset jangka panjang.
Aksarantara bukan sekadar alat dokumentasi — ini adalah arsip budaya hidup yang dirancang untuk jangka panjang. Akses terbuka, lisensi terbuka, dan infrastruktur terbuka agar karya ini menjangkau peneliti, komunitas, dan pengembang di mana saja.
Seluruh koleksi tersedia secara permanen di aksarantara.org — gratis, dapat dicari, dan dapat diakses oleh siapa saja di seluruh dunia. Setiap entri dilengkapi atribusi penutur, konteks budaya, dan audio.
Aksarantara dirancang untuk dapat dikutip. Linguis, akademisi, dan program pelestarian bahasa — termasuk institusi internasional — dapat menjadikan setiap entri sebagai sumber primer dengan URL stabil dan metadata terstruktur.
Mobile app dan API publik masuk dalam roadmap — memungkinkan kontributor lapangan merekam langsung dari ponsel, dan pengembang membangun alat di atas arsip ini. Data terbuka, infrastruktur terbuka.