aksarantara

Setiap suara
adalah arsip.

Aksarantara mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah Indonesia melalui rekaman suara otentik — dialek, intonasi, dan tradisi lisan tepat sebagaimana diucapkan penutur aslinya. Sebuah arsip terbuka yang dapat dikutip oleh siapa saja, selamanya.

Jelajahi arsip
5 bahasa
3 provinsi
47 penutur
438 entri
BUGIS MASSENREMPULU KONJO MINANGKABAU MELAYU JAMBI BUGIS MASSENREMPULU KONJO MINANGKABAU MELAYU JAMBI

Setiap suara adalah arsip.

AI Features

Arsip yang bisa kamu ajak bicara.

Dua alat berbasis kecerdasan buatan yang menggunakan data arsip nyata sebagai fondasinya — bukan model generatif yang berhalusinasi.

AI Tutor
Ngobrol dengan arsip

Tanya kata, minta kuis, atau gali sejarah budaya — semua jawaban bersandar pada entri nyata di arsip, didukung Gemma 4.

Mulai ngobrol
Visi Komputer
Baca aksara Lontara

Upload foto manuskrip atau papan nama — sistem mengenali aksara Lontara dan menerjemahkannya ke teks Latin secara otomatis.

Coba sekarang
Regional Languages (Pilot)

5 bahasa, 3 provinsi, 1 koleksi suara bersama.

Setiap wilayah dikelola oleh koordinator lokal yang bekerja bersama penutur asli. Koleksi tumbuh terdesentralisasi, namun terstruktur dalam satu arsip yang harmonis — menghasilkan karya budaya digital yang dapat diakses siapapun.

Bugis

Rentan
Sulawesi Selatan
5M+ penutur

Dengan 5 juta penutur, Bugis adalah salah satu bahasa daerah terbesar Indonesia — namun mengalami tekanan intergenerasi yang nyata. Generasi muda perkotaan semakin beralih ke Bahasa Indonesia meski bahasa ini memiliki 27 dialek dan aksara Lontara yang kaya. Klasifikasi: Rentan (Badan Bahasa · UNESCO Vulnerable).

madecengbaik / bagus
oleh Akmaluddin, 35 tahun
Sinjai, Sulawesi Selatan

Massenrempulu

Rentan
Sulawesi Selatan
100K penutur

Lima dialek (Endekan, Maroangin, Bungin, Duri, Maiwa) di Enrekang yang terdesak oleh dominasi bahasa Bugis dan Indonesia.

male / malena'pergi
oleh Hamka, 37 tahun
Minanga, Enrekang

Konjo

Terancam Punah
Sulawesi Selatan
150K penutur

Transmisi intergenerasi terganggu parah — bahasa jarang diajarkan kepada anak-anak dan pergeseran ke Bahasa Indonesia dan Bugis terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Komunitas adat Kajang (Ammatoa) adalah kantong penutur paling aktif yang tersisa. Klasifikasi: Terancam Punah (Badan Bahasa · UNESCO Severely Endangered).

ele'pagi
oleh Kusnadi, 39 tahun
Bulukumba, Sulawesi Selatan

Minangkabau

Rentan
Sumatra Barat
5.5M penutur

Terancam secara struktural di ranah keluarga — generasi muda mulai jarang menggunakannya meski penutur masih banyak. Tradisi pantun, kaba, dan masyarakat matrilineal terbesar dunia.

elokbaik / bagus
oleh Azizi, 30 tahun
Padang, Sumatra Barat

Melayu Jambi

Rentan
Jambi
1.2M penutur

Masih digunakan di ranah keluarga dan komunitas dengan 1,2 juta penutur, namun terdesak Bahasa Indonesia di semua ranah formal. Sub-dialek pedalaman seperti bahasa Duano dan Suku Anak Dalam berstatus Terancam Punah dan membutuhkan dokumentasi mendesak. Klasifikasi: Rentan (Badan Bahasa).

sayosaya
oleh Nyimas, 36 tahun
Kota Jambi, Jambi

Bugis

Rentan
Sulawesi Selatan
5M+ penutur

Dengan 5 juta penutur, Bugis adalah salah satu bahasa daerah terbesar Indonesia — namun mengalami tekanan intergenerasi yang nyata. Generasi muda perkotaan semakin beralih ke Bahasa Indonesia meski bahasa ini memiliki 27 dialek dan aksara Lontara yang kaya. Klasifikasi: Rentan (Badan Bahasa · UNESCO Vulnerable).

madecengbaik / bagus
oleh Akmaluddin, 35 tahun
Sinjai, Sulawesi Selatan
Measurable Impact

Data yang bisa dipertanggungjawabkan.

Setiap angka berasal dari rekaman nyata, penutur asli yang terverifikasi, dan kunjungan lapangan yang terdokumentasi — bukan estimasi.

0
Entri terarsipkan
terkurasi & dipublikasikan
0
Penutur asli terlibat
dari target 40–60
0
Desa terdokumentasi
di 3 provinsi
0
Rekaman audio tersimpan
dapat didengar & diunduh
3 wilayah · 5 bahasa
Sumatra BaratMinangkabau
JambiMelayu Jambi
Sulawesi SelatanBugis · Massenrempulu · Konjo
BahasaEntri · Target
Bugis / 250
Massenrempulu / 250
Konjo / 250
Minangkabau / 250
Melayu Jambi / 250

Target entri per bahasa dapat diatur di halaman admin Bahasa. Dihitung dari semua entri yang telah disetujui.

Akses terbuka: Seluruh data arsip dapat digunakan ulang oleh peneliti, pengembang, dan komunitas sipil di bawah lisensi CC BY-SA 4.0 — tanpa izin khusus, tanpa biaya.
Digital Inclusion

Hadir di ruang digital
bukan kemewahan — tapi hak.

Tidak ada autocorrect untuk bosi. Tidak ada model bahasa yang mengenal kamase-mase. Tidak ada keyboard standar untuk aksara Lontara. Aksarantara membangun lapisan data dasar yang memungkinkan bahasa-bahasa minoritas hadir di era digital — sebagai infrastruktur komunitas yang aktif digunakan, bukan sekadar koleksi museum.

Infrastruktur Data Terbuka

Seluruh entri tersedia bebas (CC BY-SA 4.0) untuk peneliti, pengembang, dan komunitas sipil — tanpa registrasi, tanpa biaya.

Partisipasi Komunitas Asli

Penutur asli adalah pemilik data, bukan objek studi. Kontribusi suara adalah bentuk partisipasi sipil yang nyata dan terarsipkan secara permanen.

Teknologi untuk Bahasa Minoritas

Data yang dikumpulkan menjadi fondasi alat digital untuk bahasa-bahasa yang selama ini tak terwakili di internet dan kecerdasan buatan.

Methodology

Audio terlebih dahulu. Teknologi, belakangan.

Aksarantara bukan produk AI, bukan penerjemah, bukan mesin generatif. Kami adalah arsip kultural sekaligus teknologi sipil — sistem dokumentasi yang menghormati cara sebuah bahasa benar-benar diucapkan, dan infrastruktur data terbuka yang memungkinkan komunitas minoritas untuk hadir dan berpartisipasi di ruang digital.

01

Pemetaan Komunitas

Koordinator wilayah memetakan penutur asli — terutama tetua — di desa target. Kami membangun kepercayaan dulu, merekam kemudian.

3–4 minggu per wilayah
02

Wawancara Terpandu

Templat terstruktur: kata → pelafalan → arti, frasa → konteks, cerita → narasi. Tidak ada skrip kaku.

mobile-first, offline
03

Rekaman Otentik

Audio adalah sumber utama — bukan transkripsi. Dialek, jeda, tawa, dan aksen tetap dipertahankan.

WAV 48kHz, arsip permanen
04

Verifikasi Komunitas

Setiap entri diperiksa minimal dua penutur dari wilayah yang sama sebelum masuk arsip publik — membangun kepercayaan lintas komunitas.

tinjauan dua-mata
05

Dokumentasi Terstruktur

Setiap entri ditautkan ke penutur, lokasi, dan tanggal untuk memungkinkan riset jangka panjang.

skema terbuka, JSON
Aksarantara ADALAH
  • Arsip audio komunitas
  • Dokumentasi terstruktur
  • Arsip terbuka untuk semua (CC‑BY‑SA 4.0)
  • Teknologi sipil untuk inklusi digital
  • Platform partisipasi komunitas akar rumput
  • Asisten AI yang bersandar pada arsip nyata
  • Pembaca aksara Lontara berbasis visi komputer
Aksarantara BUKAN
  • Pengganti penutur asli
  • Mesin penerjemah umum
  • Platform komersial
  • Sistem generatif tanpa sumber
Partners & Coordinators

Didukung institusi, dijalankan komunitas.

Aksarantara bekerja bersama perguruan tinggi, lembaga riset, dan koordinator lapangan yang berakar di masing-masing wilayah bahasa.

Mitra Institusional
Institusi Anda 1
Institusi Anda 2
Institusi Anda 3
Institusi Anda 4
Institusi Anda 5
Institusi Anda 1
Institusi Anda 2
Institusi Anda 3
Institusi Anda 4
Institusi Anda 5
Koordinator Lapangan
Bugis
Koordinator Bahasa Bugis
Koordinator Lapangan
Sulawesi Selatan
0entri dikurasi
Massenrempulu
Koordinator Bahasa Massenrempulu
Koordinator Lapangan
Enrekang, Sulawesi Selatan
0entri dikurasi
Konjo
Koordinator Bahasa Konjo
Koordinator Lapangan
Sulawesi Selatan
0entri dikurasi
Minangkabau
Koordinator Bahasa Minangkabau
Koordinator Lapangan
Sumatra Barat
0entri dikurasi
Melayu Jambi
Koordinator Melayu Jambi
Koordinator Lapangan
Jambi
0entri dikurasi
🏛️
Institusi Anda di sini

Bergabunglah sebagai koordinator wilayah dan bantu mendokumentasikan bahasa daerah Indonesia bersama komunitas kami.

Hubungi Kami →
Semua mitra akan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dan berkomitmen mengikuti protokol etika dokumentasi bahasa ELDP/ELAR.
About

Sebuah infrastruktur komunitas yang dirancang untuk bertahan.

Aksarantara adalah inisiatif independen untuk mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah Indonesia melalui rekaman suara otentik — dimulai dari lima bahasa pilot, dengan visi mencakup seluruh bahasa daerah Nusantara. Infrastruktur data komunitas yang terbuka, dapat dikutip, dan gratis selamanya. Bukan produk komersial. Bukan startup. Sebuah arsip publik permanen yang dapat dijadikan referensi oleh peneliti, linguis, aktivis, dan komunitas di seluruh dunia. Visi jangka panjang: membentuk Collective Foundation yang dikelola bersama dan diwariskan lintas generasi.

0
Bahasa dalam pilot
di 3 provinsi
0
Penutur asli terlibat
dari target 40–60
0
Entri terarsipkan
tinjauan dua-mata
0
Dialek tercakup
di 5 bahasa pilot
Roadmap
Phase 01 · 0–6 bulan
Archive Platform
Pemutar audio, jalur kontribusi, dan struktur data awal. Pendaftaran hak cipta ke DJKI Kemenkumham.
berjalan
Phase 02 · 6–12 bulan
Research Library
Arsip terbuka dengan entri yang dapat dikutip, metadata terstruktur, dan akses API publik untuk linguis dan peneliti di seluruh dunia.
Phase 03 · 12–24 bulan
Mobile App
Aplikasi iOS dan Android untuk kontributor lapangan dan pendengar umum — rekam, kirim, dan jelajahi suara-suara daerah kapan saja.
Phase 04 · Jangka panjang
Collective Foundation
Meresmikan Aksarantara sebagai kolektif nirlaba — dikelola oleh kontributor, didukung institusi, dan diwariskan lintas generasi.
Contribute

Suara Anda adalah arsip.

Rekam satu kata. Satu suara sudah cukup untuk memulai. Setiap kontribusi ditinjau koordinator wilayah sebelum masuk arsip permanen.